Sabtu, 29 November 2014

Saya Sodikin ( Biasa dipanggil Abah ) Usia saya sekarang 47 tahun dari Indramayu, jawa Barat.
Sebelumnya saya ingin mengucapkan terimakasih kepada Anda yang sudi mampir di blog saya yang kampungan dan jauh dari kata sempurna.

Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, saya tahu mungkin disini bukanlah tempat yang tepat untuk orang seperti saya, namun terimakasih jika Anda tetap mau membaca tulisan saya ini.

Mungkin Anda heran kenapa blog ini saya kasih judul Donor Ginjal A+. 
Saya ingin mengulas sedikit tentang latar belakang kehidupan saya. Di kampung tempat saya tinggal, di gubuk derita tempat keluarga saya bernaung, saya jalani kehidupan saya sebagai seorang kepala rumah tangga dengan 3 orang anak.

Awal 2005 saya mulai mencoba berwiraswasta, saya hanyalah tamatan STM yang tidak punya kerjaan atau penghasilan tetap. Saya memulai usaha dengan mencoba merakit Mesin Penggiling Padi Mini yang bisa berpindah2, bersama teman sekampung saya dan dengan bantuan dana pinjaman dari beberapa Bank, saya berhasil menciptakan 3 unit Mesin Penggiling Padi Mini Mobile.

Usaha saya maju pesat, karena daerah tempat saya tinggal adalah daerah pertanian. Sayapun punya beberapa anak buah yang saya percaya untuk menjalankan bisnis kecil saya.

Lima tahun saya lalui dengan penuh semangat dan harapan, angsuran pinjaman bank saya tunaikan tanpa halangan yang berarti, kemudian saya ingin mencoba melebarkan bisnis kecil saya dengan membuka usaha rongsok, saya hanya memilih usaha rongsok dengan menampung kardus bekas. Dengan bantuan pinjaman Bank yang lainpun usaha rongsok saya buka dengan penuh harapan.

2012 Usaha saya mulai menemui kebuntuan, saya sadar ini semua karena kesalahan saya, kurangnya kemampuan administrasi dan minim pengawasan membuat laba usaha mulai menurun. Mesin Penggiling Padi-pun mulai banyak menuntut biaya service.
Singkat cerita, menginjak tahun 2013 usaha saya mulai krisis, mesin penggiling padi saya lepas satu-persatu untuk menutupi angsuran Bank yang semakin hari saya rasakan semakin berat.

Usaha rongsoklah yang saya jadikan tumpuan untuk menunaikan kewajiban angsuran saya, namun angsuran pinjaman yang menumpuk tidak mampu saya selesaikan sebagaimana mestinya, karena laba usaha rongsokpun mulai menipis, modal mulai habis dan saya benar-benar dalam kondisi 'Bangkrut'.

Debt Collector mulai berdatangan. dari awal yang sopan dan penuh senyum sampai akhirnya menjadi sangat mengerikan. Keluargapun mulai diliputi penderitaan, tukang tagih mulai berdatangan silih berganti, membuat hari-hari saya dan keluarga sangat tidak tenang. Saya tidak lari dari tanggung jawab, saya tidak mau lari, tetap akan saya selesaikan.

Disini saya ingin mencurahkan penderitaan yang sedang saya alami sekarang, mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila tulisan saya membuat Anda bosan.

Saya akan lakukan apapun untuk menyelesaikan hutang-hutang saya, meskipun saya harus melepas organ yang ada di tubuh saya. Mohon jangan salah paham, saya bukan mau menjual organ tubuh saya, saya hanya ingin saling berbagi dan tolong menolong. Jika kebetulan Anda sedang membutuhkan pendonor seperti saya, mohon hubungi saya secepatnya. Maaf mungkin saya belum bisa kasih informasi lengkap mengenai biodata saya disini, tapi saya akan informasikan jika Anda menghubungi saya via email.

Sekali lagi saya memohon, Mohon pertemukan saya dengan orang yang membutuhakan pendonor seperti saya. Itulah mengapa blog ini saya beri judul Donor Ginjal A+, karena golongan darah saya A+. 

Terimakasih yang sebesar2nya kepada Anda yang sudi membaca blog saya.

Maaf bila ada kata yang tidak berkenan.

Abah Sodikin.

Email : Abah.sodikin01@gmail.com

Facebook : Abah.sodikin01@gmail.com





Rabu, 26 November 2014

Perjalanan hidup seorang pengusaha kertas bekas.

Assalamu’alaikum Wr.Wb

Selamat datang di blog saya yang kampungan dan jauh dari kata sempurna.

Perkenalkan saya Sodikin, biasa dipanggil Abah, saya berasal dari daerah terpencil di kabupaten Indramayu. Di hari yang panas ini (Indramayu memang selalu panas) ijinkan saya megungkapkan apa yang ada di pikiran saya dengan harapan mudah2an tulisan saya yang asal-asalan ini menjadi pelajaran bagi kita semua.

Usia saya sekarang 47 tahun, membesarkan 3 orang anak menjadi keseharian saya dan istri di gubuk kami yang sangat sederhana. Dari hasil mengais rizki dengan berjual-beli kertas bekas, saya mencoba bertahan di tengah himpitan dan kerasnya hidup. Awal tahun 2005 dengan Basmalah saya mulai usaha kecil-kecilan menampung kertas bekas yang saya dapatkan dari para pencari rongsokan keliling di kampung saya. Dengan bermodalkan beberapa puluh juta rupiah yang saya dapatkan dari pinjaman Bank swasta di wilayah saya dan niat untuk menafkahi keluarga, saya memulai bisnis kecil ini.

Tiga bulan pertama usaha saya bias dibilang ramai dan rupiahpun saya kumpulkan untuk mengangsur setoran Bank dan sisanya saya pergunakan untuk mencukupi kebutuhan keluarga.
Saya merasa usaha saya akan maju pesat, karena baru pertama buka usaha saja saya bisa meraup keuntungan ±6 juta rupiah setiap bulannya, angka yang sangat besar untuk pengusaha kecil seperti saya.

Saya memutuskan untuk memperluas usaha saya dengan memproduksi mesin penggiling padi mini berjalan yang saya rakit sendiri, karena daerah saya adalah daerah pertanian dan saya rasa mesin seperti itu sangat diperlukan disini untuk mempersingkat proses penggilingan padi menjadi beras. Alhamdulillah, dengan modal pinjaman dari Bank lain saya berhasil menciptakan 3 unit mesin penggiling padi mini yang bisa berpindah-pindah karena saya modifikasi dengan mesin diesel untuk mobilisasinya.

Singkat waktu, usaha saya berjalan dengan lancar sampai mencapai tahun ketiga. Namun, bisnis memang penuh dengan liku-liku dan cobaan. Kemampuan management yang kurang memadai dan kurangnya pengawasan, karena saya menjalankan semua usaha dengan bermodalkan kepercayaan kepada orang2 yang saya anggap mampu untuk menjalankan bisnis saya. Bulan demi bulan saya merasakan usaha saya merosot jauh dari awal2 tahun usaha saya. Tapi saya tetap percaya kepada semua orang kepercayaan saya untuk tetap menjalankan bisnis saya. Dan akhirnya, di tahun 2013 saya mulai mengalami kebangkrutan. Mesin penggiling padi yang saya andalkan tidak mampu saya pertahankan lagi, karena kewjiban saya untuk membayar setoran Bank memaksa saya untuk melepas mesin2 itu satu-persatu. Dari saya gadaikan sampai saya jual lepas, saya relakan mesin2 itu saya jadikan uang untuk memenuhi kewajiban angsuran Bank meskipun sedih saya rasakan tapi saya harus berani mengambil keputusan, saya tidak mau bermasalah dengan pihak Bank yang selama ini mempercayai saya.

Sekarang tinggal usaha kertas yang saya jalankan, itupun hasilnya tidak cukup untuk menutupi angsuran Bank setiap bulannya, saya mencoba bertahan tapi rasanya sangat berat, debt collector mulai menyerang saya, tidak cukup sampai disitu, anak istripun jadi korban teror dan ancaman mereka. Ya Allah, tabahkanlah hamba untuk menghadapi kerasnya hidup seperti ini, saya ingin kembali seperti dulu, hari2 saya lalui dengan penuh semangat, tapi sekarang semua sudah berubah, hari2 saya lalui dengan penuh rasa takut dan malu. Pernah terlintas dalam pikiran saya untuk mengakhiri penderitaan ini dengan bunuh diri, tapi Alhamdulillah saya masih punya sisa iman yang membuat saya bertahan sampai saya menulis di blog ini.

Sekarang, saya hanya ingin melunasi semua hutang2 saya yang sangat menyiksa kehidupan keluarga saya selama ini, saya rela lakukan apapun meskipun saya harus melepas organ di tubuh saya.

Mungkin Anda yang sudi membaca blog saya, dan kebetulan sedang membutuhkan pendonor organ untuk transplantasi, mohon hubungi saya, karena saya sangat membutuhkan uluran tangan dari orang2 dermawan seperti Anda, tapi saya tidak mau meminta, saya mau kita saling memberi dan tolong menolong. Demi Allah saya sama sekali tidak bermaksud menjual organ tubuh saya, saya hanya ingin terlepas dari jeratan hutang yang menyiksa keluarga saya.

Semoga Allah selalu melindungi orang2 yang bersabar dan semoga kejadian yang menipa saya menjadi pelajaran bagi kita semua. Amin.

Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila ada kata yang tidak berkenan.

Terimakasih.

Wassalamu’alaikum wr.wb.

Hubungi saya di :


Facebook : Abah.sodikin01@gmail.com