Assalamu’alaikum Wr.Wb
Selamat datang di blog saya yang kampungan dan jauh dari
kata sempurna.
Perkenalkan saya Sodikin, biasa dipanggil Abah, saya berasal
dari daerah terpencil di kabupaten Indramayu. Di hari yang panas ini (Indramayu
memang selalu panas) ijinkan saya megungkapkan apa yang ada di pikiran saya
dengan harapan mudah2an tulisan saya yang asal-asalan ini menjadi pelajaran
bagi kita semua.
Usia saya sekarang 47 tahun, membesarkan 3 orang anak
menjadi keseharian saya dan istri di gubuk kami yang sangat sederhana. Dari
hasil mengais rizki dengan berjual-beli kertas bekas, saya mencoba bertahan di tengah
himpitan dan kerasnya hidup. Awal tahun 2005 dengan Basmalah saya mulai usaha
kecil-kecilan menampung kertas bekas yang saya dapatkan dari para pencari
rongsokan keliling di kampung saya. Dengan bermodalkan beberapa puluh juta
rupiah yang saya dapatkan dari pinjaman Bank swasta di wilayah saya dan niat
untuk menafkahi keluarga, saya memulai bisnis kecil ini.
Tiga bulan pertama usaha saya bias dibilang ramai dan
rupiahpun saya kumpulkan untuk mengangsur setoran Bank dan sisanya saya
pergunakan untuk mencukupi kebutuhan keluarga.
Saya merasa usaha saya akan maju pesat, karena baru pertama
buka usaha saja saya bisa meraup keuntungan ±6 juta rupiah setiap bulannya,
angka yang sangat besar untuk pengusaha kecil seperti saya.
Saya memutuskan untuk memperluas usaha saya dengan memproduksi
mesin penggiling padi mini berjalan yang saya rakit sendiri, karena daerah saya
adalah daerah pertanian dan saya rasa mesin seperti itu sangat diperlukan
disini untuk mempersingkat proses penggilingan padi menjadi beras.
Alhamdulillah, dengan modal pinjaman dari Bank lain saya berhasil menciptakan 3
unit mesin penggiling padi mini yang bisa berpindah-pindah karena saya
modifikasi dengan mesin diesel untuk mobilisasinya.
Singkat waktu, usaha saya berjalan dengan lancar sampai
mencapai tahun ketiga. Namun, bisnis memang penuh dengan liku-liku dan cobaan. Kemampuan
management yang kurang memadai dan kurangnya pengawasan, karena saya
menjalankan semua usaha dengan bermodalkan kepercayaan kepada orang2 yang saya
anggap mampu untuk menjalankan bisnis saya. Bulan demi bulan saya merasakan
usaha saya merosot jauh dari awal2 tahun usaha saya. Tapi saya tetap percaya
kepada semua orang kepercayaan saya untuk tetap menjalankan bisnis saya. Dan
akhirnya, di tahun 2013 saya mulai mengalami kebangkrutan. Mesin penggiling
padi yang saya andalkan tidak mampu saya pertahankan lagi, karena kewjiban saya
untuk membayar setoran Bank memaksa saya untuk melepas mesin2 itu satu-persatu.
Dari saya gadaikan sampai saya jual lepas, saya relakan mesin2 itu saya jadikan
uang untuk memenuhi kewajiban angsuran Bank meskipun sedih saya rasakan tapi
saya harus berani mengambil keputusan, saya tidak mau bermasalah dengan pihak
Bank yang selama ini mempercayai saya.
Sekarang tinggal usaha kertas yang saya jalankan, itupun
hasilnya tidak cukup untuk menutupi angsuran Bank setiap bulannya, saya mencoba
bertahan tapi rasanya sangat berat, debt collector mulai menyerang saya, tidak
cukup sampai disitu, anak istripun jadi korban teror dan ancaman mereka. Ya
Allah, tabahkanlah hamba untuk menghadapi kerasnya hidup seperti ini, saya
ingin kembali seperti dulu, hari2 saya lalui dengan penuh semangat, tapi
sekarang semua sudah berubah, hari2 saya lalui dengan penuh rasa takut dan
malu. Pernah terlintas dalam pikiran saya untuk mengakhiri penderitaan ini
dengan bunuh diri, tapi Alhamdulillah saya masih punya sisa iman yang membuat
saya bertahan sampai saya menulis di blog ini.
Sekarang, saya hanya ingin melunasi semua hutang2 saya yang
sangat menyiksa kehidupan keluarga saya selama ini, saya rela lakukan apapun
meskipun saya harus melepas organ di tubuh saya.
Mungkin Anda yang sudi membaca blog saya, dan kebetulan
sedang membutuhkan pendonor organ untuk transplantasi, mohon hubungi saya,
karena saya sangat membutuhkan uluran tangan dari orang2 dermawan seperti Anda,
tapi saya tidak mau meminta, saya mau kita saling memberi dan tolong menolong.
Demi Allah saya sama sekali tidak bermaksud menjual organ tubuh saya, saya
hanya ingin terlepas dari jeratan hutang yang menyiksa keluarga saya.
Semoga Allah selalu melindungi orang2 yang bersabar dan
semoga kejadian yang menipa saya menjadi pelajaran bagi kita semua. Amin.
Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila ada kata yang
tidak berkenan.
Terimakasih.
Wassalamu’alaikum wr.wb.
Hubungi saya di :
Email : Abah.sodikin01@gmail.com
Facebook : Abah.sodikin01@gmail.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar